Rabu, 18 November 2009

KAWASAN INDUSTRI

A. KLASIFIKASI INDUSTRI
1. Pengertian Industri
Industri adalah bagian dari proses produksi, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang jadi, sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat
Peerindustrian adalah kegiatan industri secara mekanik ataupun kimia, termasuk reparasi dan asembling atau perakitan.
Saat ini Negara Indonesia sedang memperbanyak dan menggalakkan perindustrian. Penggalakan kegiatan industri sering disebut industrialisasi. Dengan industrialisai beberapa keuntungan dapat dicapai antara lain:
  • Memperbesar kegunaan bahan mentah. Semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam perindustrian, semakin besar pula manfaat yang diperoleh
  • Memperluas lapangan pekerjaan
  • Menambah penghasilan penduduk, sehingga menambah kemakmuran
  • Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap luar negeri
  • Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Menghasilkan aneka barang yang diperlukan oleh masyarakat
  • Kegiatan ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak semata-mata tergantung pada lingkungan alam
  • Menambah devisa negara

2.Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Industri
Dampak positif atau keuntungan yang dapat diambil dengan adanya pembangunan industri antara lain sebagai berikut:

  • Menambah penghasilan penduduk yang akan meningkatkan kemakmuran
  • Menghasilkan aneka barang yang diperlukan masyarakat banyak
  • Memeperbesar kegunaan bahan mentah. Semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam perindustrian, semakin besar pula manfaat yang diperoleh
  • Memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk
  • Mengurangi ketergantungan Indonesia pada luar negeri
  • Memberi hasil tambahan bagi para petani
  • Merangsang masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan industri
  • Memperluas kegiatan ekonomi manusia sehingga tidak semata-mata tergantung pada lingkungan alam
Perluasan lapangan pekerjaan
Meskipun pembangunan industri membawa banyak keuntungan, kaan tetapi tetap saja memiliki dampak negatif. Beberapa dampak negatif pembangunan industri antara lain:
  • Lahan pertanian menjadi semakin berkurang luasnya
  • Tanah permukaan yang merupakan bagian yang subur menjadi hilang
  • Cara hidup masyarakat berubah menjadi lebih konsumtif
  • Pencemaran lingkungan oleh limbah industri

Pencemaran lingkungan

3. Faktor Pendukung dan Penghambat
Menurut Prof.Bintarto dan Surastopo faktor-faktor pendukung industri antara lain:
  • Untuk industri yang bersifat padat modal, faktor pendukung utama industri ini adalah modal (uang, alat dan perlengkapan) dan bahan baku yang mudah didapat secara terus-menerus
  • Untuk industri yang bersifat padat karya, faktor pendukungnya adalah jumlah tenaga kerja yang sesuai dengan keperluan industri tersebut dan bertempat tinggal di sekitar lokasi industri, serta tersedianya bahan baku yang mudah didapat.
Beberapa hal yang menjadi factor penghambat setiap usaha industri adalah sebagai berikut:
  • Pemasaran yang kurang lancar karena persaingan
  • Barang yang disediakan sudah tidak sesuai dengan selera konsumen
  • Modal relatif kurang lancar
  • Bahan baku untuk jenis-jenis barang tertentu sangat bergantung kepada impor dari negara lain
  • Sarana dan prasarana pendukung industri yang belum merata
  • Tenaga ahli dan terampil yang terbatas

4. Klasifikasi Industri
Ada tiga macam penggolongan industri menurut jenisnya, yaitu industri ekstraktif, non-ekstraktif dan fasilitatif.
a. Industri Ekstraktif
Adalah industri yang mengambil bahan bakunya langsung dari alam, seperti pertambangan, pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan. Industri ekstraktif dibedakan menjadi dua macam :
  • Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang dapat digunakan sehari-sehari atu menjadi bahan setengah jadi yang akan digunakan oleh industri lain.
  • Industri reproduktif adalah industri yang mengambil bahan baku dari hasil alam tetapi selalu mengganti kembali setelah mengambilnya.
b. Industri Non-Ekstraktif
Adalah industri yang mengambil bahan baku dari tempat lain atau yang disediakan oleh industri lain. Contoh: industri sepatu di Bandung, bahan bakunya berupa kulit dan karet yang diambil dari Surabaya atau tempat lain
c. Industri Fasilitatif
Disebut juga industri jasa merupakan aktivitas ekonomi yang menjual jasa untuk keperluan orang lain. Seperti industri perdagangan, perbankan, transportasi dan komunikasi

Jenis-jenis industri di Indonesia digolongkan menjadi dua belas kelompok, antara lain:
  • Industri pengolahan pangan: Meliputi industri penggilingan padi, pembuatan minyak kelapa sawit dan minyak nabati pembuatan tapioka, pabrik teh, pabrik kopi dan coklat.
  • Industri Tekstil: Banyak terdapat di Jawa Barat, Jakarta dan sebagian di Jawa Tengah. Kemajuan industri tekstil sangat pesat setelah ditemukan mesin-mesin modern. Penemuan mensin-mesin ini mengakibatkan industri kecil gulung tikar.
  • Industri Barang Kulit: Industri ini menghasilkan tas, koper, sepatu, sandal, ikat pinggang dan sebagainya. Industri ini bayak terdapat di dalam sentra-sentra industri di Jawa. Industri pengolahan kulit tidak termasuk dalam kelompok industri barang kulit.
  • Industri Pengolahan Kayu: Menghasilkan bahan bangunan dan perabot rumah tangga serta kayu lapis. Hasil industri besar pengolahan kayu banyak di ekspor ke Eropa, Timur Tengah, Jepang dan Amerika.
  • Industri Pengolahan Kertas: Perkembangan industri pengolahan kertas sangat pesat. Umumnya industri pengolaha kertas berbentuk industri besar yang menghasilkan barang-barang dari kertas tulis, kertas bungkus dan karton, kertas hias dan tisu. Industri ini terdapat di Pematang Siantar, Padalarang, Banyuwangi, dan Martapura
Industri kertas

  • Industri Kimia Farmasi: Industri kimia dan farmasi menghasilkan zat asam, garam kimia, pupuk, pembasmi serangga, plastik, serat buatan, bahan-bahan kecantikan, cat, pernis, dan obat-obtan. Perkembangan industri ini sangat pesat khususnya terdapat di kota-kota besar
  • Industri Pengolahan Karet: Industri pengolahan karet terutama menghasilkan ban luar dan ban dalam untuk kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Selain itu, industri ini juga menghasilkan barang-barang seperti mainan anak, keperluan rumah tangga dan perlengkapan mobil dan kapal
  • Industri Bahan Galian Bukan Logam: Menghasilkan semen, gelas dan kaca serta keramik dan asbes. Pabrik semen yang besar terdapat di Padang (Sumatera Barat), Tonasa (Sulawesi Selatan), Gresik (Jawa Timur), Cibinong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah) dan beberap tempat lainnya. Pabrik pupuk terdapt di Palembang dan Kalimantan Timur.
Industri semen

  • Industri Baja/Pengolahan Logam: Industri baja sangat pesat perkembangannya, banyak dibutuhkan untuk industri karoseri mobil dan perusahaan angkutan lainnya. Industri baja yang besar terdapat di Cilegon yang menghasilkan antara lain plat baja, pipa baja, dan kabel-kabel baja. Industri yang tidak begitu besar menghasilkan atap seng, besi, beton, pipa-pipa besi lainnya dan bahkan pisau silet.
  • Industri Peralatan: Industri peralatan menghasilkan terutama alat-alat transportasi dan alat berat serta kendaraan lainnya, dalam bentuk:
  1. Pesawat terbang yang dihasilkan PT.Dirgantara Indonesia di Bandung
  2. Kapal laut yang dihasilkan PT.PAL di Surabaya
  3. Perakitan mobil dan sepeda motor di Jakarta dan Karawang
  4. Alat-alat elektronik dan perakitannya di Jabodetabek
  5. Alat-alat pertanian dan alat pertukangan di Karawang dan Depok
  • Industri Pertambangan: Umumnya berupa industri besar, misalnya tambang timah, nikel, tembaga dan minyak. Tambang tembaga yang dikelola PT Freeport di Papua (Irian Jaya) ternyata juga menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup banyak.
Pengeboran minyak

  • Industri Pariwisata: Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan industri pariwisata baik untuk obyek wisata alam maupun budaya.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Industri Baja', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2009/1/Artikel_20205546.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    BalasHapus